Cara Memiliki Properti di Bali Tanpa Modal, Emang Bisa?

Cara Memiliki Properti di Bali Tanpa Modal, Emang Bisa?

Cara memiliki properti di Bali pastinya membutuhkan modal dan juga uang dengan jumlah yang besar. Tak heran, daerah ini memang sering menjadi pusat wisata bagi turis mancanegara dan wisatawan lokal.

Namun, ternyata kamu bisa memiliki bangunan di Pulau Dewata tanpa harus memiliki modal yang banyak. Salah satu caranya adalah dengan membeli bangunan second yang sudah dibeli oleh bank.

Dalam penerapannya nanti pihak bank akan melakukan pembayaran terlebih dahulu terhadap bangunan yang dimiliki. Namun, kamu tetap harus memutar otak bagaimana caranya untuk membayar cicilan tersebut.

Baca Juga: Penyedia Jasa Internet Booking Engine di Bali, Wajib Punya?

Cara Memiliki Properti di Bali Tanpa Modal

Properti memang masih menjadi salah satu instrumen investasi yang eksotis dan bisa mendatangkan keuntungan. Namun, kendala yang biasanya dihadapi oleh orang-orang yang berminat adalah keterbatasan dana untuk membeli.

Namun, di era yang serba cepat ini ternyata ada cara memiliki properti di Bali tanpa modal yang bisa ditiru dan dicoba. Pada bahasan kali ini akan ada enam metode yang bisa dilakukan untuk memperoleh properti tanpa modal, yaitu sebagai berikut.

Sewa Properti dengan Opsi Membeli

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah mencari properti yang sudah dicicil ke bank. Namun, nantinya kamu harus menyewakan bangunan tersebut untuk mendapatkan uang sewa yang digunakan untuk membayar cicilan.

Dengan cara memiliki properti di Bali ini kamu harus mengatur biaya sewa agar lebih besar dari cicilan yang ditanggung. Sehingga nantinya semua biaya bisa dicover hanya dengan uang sewa tersebut.

Metode ini terbilang cukup efektif karena kamu tak hanya bisa membayar cicilan tetapi masih ada keuntungan yang bisa diperoleh. Dengan begitu, kemungkinan untuk balik modal juga bisa diperoleh dengan cepat.

Namun, ada kendala yang perlu diperhatikan ketika bangunan tersebut tidak ada yang menyewa. Sehingga kamu harus mencari cara lain untuk melunasi cicilan agar bisa mendapatkan hak milik properti tersebut.

Cara Memiliki Properti di Bali dengan Membeli Bangunan Second yang Sudah Dibayar Bank

Cara ini sebenarnya menjadi salah satu yang cukup efektif dan sudah teruji sejak tahun 2009. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari properti dengan harga miring atau yang memiliki nominal yang cukup jauh.

Setelah itu, kamu bisa ajukan ke pihak bank dengan syarat harga awal harus dinaikan terlebih dahulu. Misal biaya bangunan tersebut senilai Rp 50 juta namun kamu harus mengajukan ke bank dengan nominal Rp 100 juta. 

Namun jika cara ini berhasil kamu perlu mencari cara untuk melunasi hutang kepada bank tersebut agar bisa mendapatkan properti tersebut.

Baca Juga: Fungsi Manajemen Housekeeping Hotel di Bali, Wajib Punya?

Alternatif Cara Memiliki Properti di Bali

Bagi yang ingin memiliki properti di bali dengan cara yang lebih aman tentunya akan membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Selain itu pihak yang terlibat dan juga berkas-berkas yang dibutuhkan juga cukup banyak. Berikut tahapannya:

1. Lakukan Inisiasi Pembelian

Langkah pertama untuk memiliki properti adalah dengan mengajukan dokumen penawaran pembelian kepada penjual atau agen. Hal ini nantinya akan menjadi bukti resmi kepada para penjual bahwa anda memang berencana membeli sebuah unit.

Pada tahap ini tentunya pembeli dan penjual bisa melakukan negosiasi untuk mendapatkan harga terbaik. Dengan adanya dokumen pembelian juga akan menjadi bukti tertulis bahwa kedua belah pihak menyetujui transaksi tersebut.

2. Gunakan Notaris yang Profesional

Menggunakan tenaga ahli tentunya sangat direkomendasikan agar kamu memiliki perlindungan secara hukum. Tak hanya itu, notaris juga berfungsi sebagai orang yang akan mengecek semua perjanjian dalam pembelian properti.

Namun, untuk hal ini tentunya kamu harus mengeluarkan sejumlah uang yang berkisar antara 1 hingga 2,5 persen dari harga jual. Namun hal tersebut tentunya worth it dengan perlindungan yang diperoleh.

3. Lakukan Deposit ke Notaris

Melakukan deposit ke notaris merupakan salah satu cara memiliki properti di Bali yang paling aman. Biasanya prose Down Payment (DP) membutuhkan dana sebesar 10 hingga 25 persen dari harga jual.

Namun, agar uang yang dimiliki tetap terjaga dengan kondisi aman pembeli harus menyerahkannya ke pihak notaris dan bukan langsung ke penjual. Hal tersebut dilakukan agar proses transaksi bisa berjalan dengan aman dan adil.

4. Menandatangani Perjanjian

Membuat perjanjian dalam aktivitas jual beli properti memang sangat diperlukan agar kedua pihak sama-sama diuntungkan. Tentunya dengan melakukan tanda tangan oleh pembeli, penjual dan notaris itu tandanya semua pihak sudah menyetujui hal-hal tertentu.

Adapun hal yang ditulis dalam surat perjanjian tersebut adalah perjanjian awal, syarat jual beli hingga hak sewa. Sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan surat ini bisa menjadi bukti valid.

5. Due Diligence

Sebelum memasuki tahap akhir dari sebuah transaksi biasanya akan dilakukan pengkajian hukum yang mendalam dengan bantuan ahli hukum. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa semua syarat disetujui dan disepakati.

6. Formalisasi Pembelian

Tahapan dan cara memiliki properti di Bali yang selanjutnya adalah melakukan formalisasi transaksi. Disini notaris akan menyimpan semua akta dan sertifikat tanah hingga syarat dan ketentuan yang sudah diatur sudah dipenuhi.

Dengan begitu kedua belah pihak tentunya akan merasa lebih aman karena semua surat-surat disimpan oleh orang yang kompeten.

7.Balik Nama Properti

Setelah sukses melakukan pembayaran dan menyelesaikan semua pajak, maka penjual akan mentransfer hak kepemilikannya kepada pembeli. Setelah itu barulah notaris akan menyerahkan semua akta kepada pihak yang masuk di dalam proses transaksi.

Baca Juga: 7 Cara Memulai Bisnis Restoran di Bali, Pasti Dapat Cuan!

Tips Membeli Properti di Bali

Memiliki sebuah properti memang bisa menjadi investasi yang berguna dalam jangka waktu yang cukup panjang. Namun beberapa hal seperti lokasi ternyata bisa mempengaruhi nilai dari bangunan itu sendiri.

Oleh karena itu cara memiliki properti di Bali yang tepat adalah harus memperhatikan lokasi dan aksesibilitasnya. Karena hal tersebut biasanya menjadi tolak ukur ketika ingin memanfaatkan harta tersebut untuk berbisnis.

Selain itu, melakukan observasi menyeluruh terkait bangunan yang akan dibeli juga menjadi hal yang wajib dilakukan. Cara ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahpahaman terkait kondisi bangunan yang dijual.

Setelah memiliki sebuah properti di Bali tentunya kamu bisa memanfaatkan bangunan tersebut untuk berbagai kebutuhan. Namun, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar kamu bisa menyewakannya kepada wisatawan yang ada disana.

Namun, agar bisa mendapatkan tamu yang lebih ramai kamu membutuhkan manajemen sistem properti yang mumpuni. Untuk itu kamu tidak perlu khawatir karena di Rideum.io kamu bisa mengatasi semua masalah manajemen perhotelan ataupun villa.

Dengan tiga layanan unggulan yaitu Bleustay, Bleudine, dan Bleudash kamu bisa meningkatkan efisiensi operasional di bisnis properti. Jadi tunggu apa lagi? Segera kunjungi www.rideum.io dan konsultasi kan semua kebutuhanmu sekarang juga!