Jurnal Pengeluaran Kas: Manfaat, Fungsi dan Cara Membuatnya

Jurnal Pengeluaran Kas: Manfaat, Fungsi dan Cara Membuatnya

Jurnal pengeluaran kas merupakan salah satu instrumen akuntansi yang memiliki peranan penting yang harus diterapkan dalam bisnis. Cara ini dilakukan agar semua biaya yang  dikeluarkan oleh perusahaan bisa tercatat dan tersimpan dengan rapi.

Terkadang banyak bisnis yang sering melupakan hal ini, dimana mereka selalu membuat pengeluaran namun tidak tersimpan dengan jelas. Tentunya hal ini bisa menimbulkan masalah dan bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan.

Oleh karena itu, memiliki laporan keuangan yang lengkap tentunya menjadi hal yang harus diperhatikan oleh semua perusahaan atau bisnis. Dengan begitu, perusahaan bisa mengetahui apakah kondisi keuangan sedang dalam keadaan baik atau tidak.

Baca Juga: Cara Menyusun Laporan Penjualan Bulanan, Dijamin Anti Rugi!

Manfaat, Fungsi dan Cara Membuat Jurnal Pengeluaran Kas

Secara umum jurnal biasanya terbagi menjadi dua yaitu pengeluaran dan pemasukan. Sesuai namanya kedua komponen ini memiliki tujuan yang berbeda yaitu mencatat pemasukan dan pengeluaran dari suatu perusahaan.

Sesuai dengan topik yang dibahas, kali ini kita akan mengupas tuntas tentang jurnal pengeluaran kas mulai dari pengertian, manfaat, tujuan hingga cara membuatnya. Sehingga nantinya semua hal yang dibahas disini bisa diterapkan secara benar.

Secara definisi jurnal pengeluaran adalah sebuah catatan yang digunakan dalam suatu sistem akuntansi yang merekam semua jenis pengeluaran kas. Adapun transaksi yang dicatat dalam jurnal ini adalah seperti pembelian barang ataupun hutang dagang.

Lalu kira-kira apa saja sih fungsi dan manfaat dari membuat jurnal pengeluaran bagi sebuah bisnis atau perusahaan? Nah, untuk mengetahui hal tersebut kamu bisa simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Fungsi Pembuatan Jurnal Pengeluaran

Melakukan pencatatan pengeluaran dengan terperinci dan juga lengkap tentunya bisa membuat pembukuan jadi lebih rapi. Namun selain itu, ternyata ada fungsi lain dari pembuatan jurnal pengeluaran kas, yaitu sebagai berikut:

  • Jurnal pengeluaran menjadi alat untuk melakukan pengawasan terhadap arus kas yang dikeluarkan oleh perusahaan. Sehingga, ketika akhir periode para pengambil kebijakan bisa mengetahui strategi apa yang bisa dilakukan dengan kondisi keuangan tersebut.
  • Sebagai alat untuk melakukan pengecekkan antara pencatatan perusahaan dengan bukti kas yang dikeluarkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penggelapan dana dan meminimalisir kerugian.
  • Jurnal ini juga difungsikan sebagai catatan ketika melakukan pelaporan kas di akhir periode. Sehingga semua transaksi yang terjadi tidak ada yang terlewat.

Baca Juga: Contoh Perencanaan Usaha Makanan dan Langkah Membuatnya

Manfaat Jurnal Pengeluaran Kas

Manfaat utama dari pembuatan jurnal pengeluaran kas adalah untuk memudahkan pengelolaan dan pengawasan keuangan perusahaan. Namun, sebenarnya masih banyak lagi keuntungan yang dihasilkan dari metode akuntansi yang satu ini. Berikut penjelasannya.

  • Sebagai sumber informasi keuangan yang lengkap, sistematis dan akurat
  • Mencegah terjadinya perubahan dan penggelapan data
  • Pencatatan data jadi lebih mudah, rapi dan mendetail
  • Meminimalisir terjadinya kesalahan pencatatan transaksi dan kecurangan
  • Memudahkan proses pembuatan laporan keuangan secara berkala
  • Menjadi tolak tolak ukur yang digunakan untuk mengatur strategi dan perencanaan bisnis
  • Sebagai alat pengecekkan bagi pemilik perusahaan atau divisi keuangan tentang kondisi keuangan secara aktual

Cara Membuat Jurnal Pengeluaran

Setelah mengetahui apa saja fungsi dan kegunaannya, tentunya informasi tentang cara membuat jurnal pengeluaran tidak boleh dilewati. Namun sebelum itu ada baiknya kamu mengetahui apa saja hal-hal apa saja yang harus diperhatikan.

  1. lakukan pencatatan tanggal transaksi yang menunjukkan waktu terjadinya kesepakatan
  2. Jangan lupa untuk mencatat semua nomor transaksi di bukti pengeluaran kas, hal ini bisa ditemukan pada faktur pembelian yang ada.
  3. Isi kolom keterangan yang berisi catatan tambahan terkait transaksi yang dilakukan
  4. Berikan tanda cross check (v) pada kolom referensi saat jurnal sudah dicatat ke dalam buku besar.
  5. Lampirkan nama akun yang bersangkutan di kolom keterangan sebagai bukti penjualan dilakukan secara ril

Setelah itu, agar memudahkan aktivitas pembuatan sebuah jurnal pengeluaran, kamu harus bisa membedakan kolom kredit dan debit yang ada. Biasanya pada bagian debit memiliki empat golongan kolom yaitu sebagai berikut:

  • Hutang (berisi nilai hutang yang sudah dibayarkan
  • Pembelian (jumlah nilai pembelian yang dilakukan)
  • Serba-serbi, terbagi menjadi dua yaitu jenis akun dan referensi
  • Jumlah (total nilai transaksi dari akun yang bersangkutan)

Lalu, pada bagian kredit jurnal pengeluaran biasanya digunakan untuk mencatat semua nominal pengeluaran yang dimana kolom ini biasanya digolongkan menjadi dua yaitu, kas dan juga potongan pembelian.

Jenis Pencatatan dalam Jurnal Pengeluaran

Dalam melakukan pencatatan pengeluaran biasanya jurnal ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu transaksi yang sering terjadi dan yang jarang terjadi. Lalu apa yang dimaksud dari kedua hal tersebut? Simak informasi di bawah ini.

  • Transaksi yang Sering Terjadi di Jurnal Pengeluaran Kas

Pada bagian ini biasanya pencatatan pembelian dibagi menjadi dua yaitu tunai dan transaksi pembayaran utang. Biasanya dalam pembelian secara tunai “Kas” selalu berada di bagian kredit sedangkan “Pembelian Barang” di debit.

Lalu, untuk pembayaran utang terbagi menjadi dua cara yaitu, transaksi tanpa potongan dan dengan potongan. Untuk pembelian tanpa potongan biasanya “Hutang Usaha” diletakkan pada bagian debet sedangkan “Kas” di kredit.

Kemudian untuk transaksi dengan potongan kamu harus memasukkan tiga komponen yaitu “Hutang Usaha” di debet sedangkan “Kas” dan “Potongan Pembelian” berada di kredit.

  • Transaksi yang Jarang Terjadi

Pada aktivitas transaksi yang jarang terjadi biasanya pencatatan akan dilakukan pada kolom serba-serbi. Agar lebih mudah dipahami berikut contoh penginputannya.

Untuk transaksi pembelian seperti perlengkapan dan peralatan, kamu pastinya harus memasukkan “Kas” ke kolom kredit karena pihak perusahaan harus mengeluarkan sejumlah uang. Sedangkan “Biaya Perlengkapan” masuk ke bagian debit karena terjadi penambahan aset perusahaan.

Sama halnya dengan transaksi pembelian, untuk kegiatan pembayaran sewa dan operasional kamu harus memasukkan komponen “Kas” ke bagian kredit sedangkan “Biaya Sewa” di bagian debit.

Baca Juga: Cara Menghitung Biaya Peluang, Bisa Bikin Bisnis Makin Cuan?

Format Jurnal Pengeluaran

Mengetahui format dari jurnal pengeluaran tentunya menjadi informasi penting agar kamu tidak melakukan kesalahan dalam menginput data nantinya. Oleh karena itu, berikut ini adalah keterangan dan contoh apa saja yang harus dimasukkan ke dalam kolom-kolom tersebut.

Nama Perusahaan

Jurnal Pengeluaran Kas

Periode

jurnal kas
jurnal kas

 

Keterangan:

  • Tanggal: berfungsi untuk mencatat kapan sebuah transaksi dilakukan
  • Keterangan: tempat untuk mencatat uraian dari sebuah transaksi, bisa berisi detail pembelian atau pembayaran
  • Referensi: digunakan untuk menandakan hal-hal yang berhubungan dengan komponen yang ada di buku besar.
  • Serba-serbi: bagian ini biasanya diisi untuk mencatat hal lain diluar dari yang tertera di tabel
  • Potongan Penjualan: berisi nilai dari potongan penjualan yang diberikan dari suatu transaksi

Itu dia informasi tentang manfaat, fungsi dan cara membuat jurnal pengeluaran kas. Bagi kamu yang ingin mempermudah aktivitas tersebut, tentunya bisa menggunakan aplikasi sebagai alat bantu yang akurat.

Tak perlu khawatir, karena semua kebutuhan operasional bisnis bisa kamu temukan di Rideum. Kami menyediakan banyak layanan mulai dari Point of Sales (POS) untuk usaha F&B hingga sistem manajemen properti. Jadi tunggu apa lagi? Segera hubungi agen kami dan nikmati digitalisasi canggih untuk bisnis yang kamu miliki.